Mengenal Jenis dan Fungsi Tepung Terigu

Sebelumnya sudah lama saya tahu tepung terigu itu apa…but belum faham jenis dan fungsinya, sebelum bisa buat kue sendiri, biasanya saya gunakan tepung hanya untuk campuran gorengan saja. Ternyata.. oh.. ternyata tepung terigu banyak jenis dan fungsinya, saya banyak belajar pada mbah google dan teman-teman seperjuangan dalam perkuehan..syukur pissan bisa mengenal kalian … :)

Saya pun ingin shering ilmu-ilmu perkuehan, tapi kemampuan saya masih seujung jari, saya pun hanya belajar otodidak dengan mbah google dan teman di group MBM (Muslimah Belajar Memasak).

Berikut saya copy kembali dari http://ummiala.wordpress.com/2012/03/31/tepung-terigu-jenis-dan-penggunaannya/

umi…afwan yaa…udah nyuri ilmunya, semoga Allah Subhanahuwata’ala membalas dengan yg lebih baik..aamiin.

Tak lain dan tak bukan agar suapaya (pemborosan kata nii…) kita bisa berbagi ilmu dengan yang lain, khususnya bagi pemula yang baru belajar membuat kue seperti saya ni :)

Pembahasan kita kali ini adalah “Mengenal Jenis dan Fungsi Tepung Terigu”

Biar ga bingung, contoh gambar jenis tepung terigu diatas bisa jadi referensi sesuai merk dan fungsinya

Tepung terigu merupakan unsur pokok dalam pembuatan roti. Tepung terigu merupakan bahan utama terbesar yang dipergunakan dalam pembuatan roti. Penggunaan tepung terigu akan menjadi penentu keberhasilan roti yang dibuat.

Jika salah menggunakan tepung, maka kualitas roti yang akan dihasilkan kurang maksimal. Dengan menggunakan komposisi tepung yang tepat maka akan menghasilkan adonan yang kuat, kenyal dan memiliki daya kembang yang baik. Tiga macam tepung yang sering kita jumpai di pasaran adalah :

1. Hard Wheat (Terigu protein tinggi)

Tepung terigu ini mempunyai kadar protein yang paling tinggi di antara 3 macam tepung terigu lainnya. Kandungan proteinnya mencapai 11-13%. Jenis tepung ini paling cocok digunakan dalam pembuatan roti. Tepung ini  mempunyai kadar gluten yang tinggi. Fungsi gluten ini sendiri dalam pembuatan roti adalah untuk menahan gas yang dihasilkan dari yeast/gist.

Contoh merk yang beredar dipasar untuk tepung jenis ini adalah Caka Kembar atau Kereta Kencana, produksi  Bogasari.

2. Medium Wheat (Terigu protein sedang)

Tepung terigu ini mempunyai kadar protein 9-10%, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan tepung terigu jenis hard wheat. Tepung ini cocok dalam pembuatan  aneka cake, bolu dan kue basah lainnya. Dalam pembuatan roti tepung ini kadangkala digunakan sebagai bahan campuran saja. Akan tetapi prosentase penggunaan tepung jenis hard wheatnya  tetap lebih dominan.

Contoh merk yang beredar dipasaran adalah Segitiga Biru dan Gunung Bromo, produksi Bogasari.

3. Soft Wheat (Terigu protein rendah)

Jenis tepung ini mempunyai kadar protein paling rendah yaitu sekitar 7-8%. Tepung ini cocok untuk pembuatan kue kering. Tidak cocok jika digunakan untuk pembuatan roti.

Contoh merk yang beredar dipasar adalah Kunci Biru dan Roda Biru, produksi Bogasari.

 

Bogasari juga mengeluarkan tepung terigu yang berprotein lebih rendah daripada Kunci Biru, diberi label Lencana Merah. Sangat cocok untuk bikin makanan yang memerlukan kegaringan seperti kue kering dan gorengan.
Plus Bogasari juga mengeluarkan tepung terigu yang berprotein lebih tinggi daripada Cakra Kembar, diberi label Cakra Kembar Emas. 

“Selamat bermain-main dengan tepung”…. :P

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s